Perbandingan dua kelompokSetiap baris membandingkan dua kelompok (laki-laki vs perempuan, kota vs desa, dua tahun, dll.) dalam satu kategori. Panjang garis abu-abu = besarnya gap. Berguna untuk melihat sekilas di mana ketimpangan paling tajam.
Penciptaan dan penyusutan lapangan kerjaTiap bubble = satu sektor. Sumbu X = upah; sumbu Y = perubahan jumlah pekerja antara dua tahun; ukuran bubble = pangsa pekerja di tahun acuan. Sektor di kuadran kanan-atas adalah pemenang ganda: upah tinggi sekaligus tumbuh.
Tren indikator tunggalLintasan satu indikator (upah, pengangguran, informalitas, dll.) dari tahun ke tahun, dipecah berdasarkan sektor, pendidikan, atau wilayah. Mode sorot membantu memisahkan sektor pemenang dari yang tertinggal.
Mulai dari sini
Enam pertanyaan paling sering ditanyakan masyarakat, dijawab langsung dengan data. Klik kartu untuk membuka eksplorasi lebih dalam di lab.
Indikator kunci 2024
Sebelas angka yang merangkum kondisi ketenagakerjaan Indonesia hari ini, lengkap dengan arah perubahannya dibanding lima tahun lalu.
Perubahan besar dua dekade terakhir
Mana sektor yang menciptakan paling banyak pekerjaan baru, mana yang mengalami penyusutan paling dalam, dan transformasi struktural apa yang paling tajam sejak 2002. Memakai sembilan sektor besar yang konsisten lintas 22 tahun Sakernas.
Jarak yang masih terlebar hari ini
Ketimpangan ekonomi muncul dalam banyak bentuk. Empat kartu di bawah ini menyoroti gap paling mencolok di tahun 2024, sebagai pintu masuk untuk pertanyaan kebijakan yang lebih dalam.
Mulai eksplorasi terarah
Tidak tahu mulai dari mana? Pilih salah satu pertanyaan di bawah, dasbor akan langsung membawa Anda ke tab yang relevan, dengan filter yang sudah diset.
Hubungan antar variabelApakah pendidikan tinggi selalu berarti upah yang lebih tinggi? Apakah sektor yang produktif otomatis menyejahterakan pekerjanya? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini bukan tentang satu angka, melainkan hubungan antara dua angka. Diagram sebar memvisualisasikan hubungan itu: tiap titik adalah satu provinsi, satu sektor, atau satu tahun. Garis putus-putus rata-rata X dan Y membagi grafik menjadi empat kuadran, sehingga unit yang di atas atau di bawah rata-rata langsung terbaca.
Diagram Sebar
Cara membaca
Empat kuadran terbentuk otomatis dari garis rata-rata X dan Y. Titik di kuadran kanan-atas berarti di atas rata-rata pada kedua indikator, sedangkan kiri-bawah berarti di bawah rata-rata pada keduanya. Mode Perbandingan 2 Tahun menghubungkan satu kategori antar dua waktu dengan garis. Arah dan panjang garis menunjukkan perubahannya. Catatan penting: korelasi bukan sebab-akibat. Dua hal bisa bergerak bersama tanpa salah satunya menyebabkan yang lain. Periksa titik pencilan, lalu validasi hipotesis Anda dengan kerangka teoretis yang lebih dalam sebelum menarik kesimpulan kebijakan.
Penjelajah korelasiApa yang paling berkaitan dengan indikator pilihan Anda? Pilih satu indikator sebagai "jangkar", lalu sistem hitung korelasi Pearson terhadap semua indikator lain pada level provinsi atau sektor. Hasil 10 teratas (positif dan negatif) ditampilkan sebagai grafik batang. Klik salah satu untuk membukanya di scatter di atas.
Top 10 korelasi terkuat
Cara membaca
Setiap batang menunjukkan koefisien korelasi Pearson r antara indikator jangkar dan indikator lain. r = +1 berarti dua indikator naik-turun beriringan sempurna; r = -1 berarti berkebalikan sempurna; r = 0 berarti tidak ada pola linear. Aturan informal: |r| > 0.7 kuat, 0.4-0.7 sedang, < 0.4 lemah. Klik batang untuk jelajahi pasangan itu sebagai scatter di atas. Korelasi bukan sebab-akibat — hubungan kuat bisa muncul karena variabel ketiga yang tak terlihat.
Bandingkan dua kelompokPasar kerja Indonesia bukan satu rupa. Yang dialami pekerja perempuan di Aceh sangat berbeda dari pekerja laki-laki di Jakarta, sebagaimana lulusan SMK di Sulawesi berbeda dari lulusan universitas di Bali. Pilih dua dimensi (baris dan kolom) dan satu indikator, lalu tabel akan menampilkan perpotongannya. Seluruh angka sudah dibobot agar mewakili populasi, bukan hanya sampel responden.
-
Grafik silang
Tabel Perbandingan
Baris × kolom × indikator. Sel kosong artinya tidak ada responden Sakernas yang memenuhi kombinasi tersebut, bukan nilai nol. Tabel bisa diunduh sebagai CSV lewat tombol "Unduh ke CSV" di atas.
Pola & kesenjanganKetimpangan sering kali baru terlihat ketika dua kategori dipotong silang. Pola Dua Dimensi mengungkap kombinasi mana yang paling tertinggal dan paling maju lewat gradasi warna, sehingga sel-sel yang mencolok langsung menarik mata. Perbandingan Dua Kelompok menyandingkan dua kelompok berdampingan, laki-laki dan perempuan, kota dan desa, atau dua titik waktu, sehingga jarak di antara mereka terlihat dalam satu pandangan.
Pola Dua Dimensi
Setiap sel adalah perpotongan dua dimensi. Warna menerjemahkan nilai indikator: semakin pekat, semakin tinggi. Berguna untuk menemukan kombinasi yang mencolok, misalnya provinsi dan sektor mana yang upahnya paling tinggi, atau jenjang umur dan pendidikan mana yang informalitasnya paling tinggi.
Cara membaca
Geser kursor ke satu sel untuk melihat angka pasti dan kombinasi yang diwakilinya. Sel berwarna paling pekat menandakan nilai tertinggi di kombinasi tersebut. Ada tiga zona kualitas sampel di tabel ini: (1) sel berwarna penuh = ≥50 responden mentah, estimasi cukup andal; (2) sel pucat dengan tanda ⚠ kecil = 10-50 responden, angka tetap ditampilkan tapi perlakukan dengan hati-hati karena variasinya lebar; (3) sel berlatar garis-garis (tanda "-") = di bawah ~10 responden, disembunyikan karena praktis tidak punya makna statistik. Threshold ini mengikuti standar BPS-SAE (CV ≤ 25%) dan rekomendasi ILO untuk statistik ketenagakerjaan, melindungi pembaca dari angka yang tampak ekstrem padahal berasal dari sampel sangat kecil. Cocok untuk pertanyaan seperti "Sektor dan pendidikan mana yang paling informal?" atau "Provinsi mana yang upahnya paling tinggi?"
Perbandingan Dua Kelompok
Pertanyaan dasar: seberapa lebar jarak antara dua kelompok? Setiap baris adalah satu kategori dengan dua titik berwarna (laki-laki vs perempuan, kota vs desa, atau tahun A vs tahun B) yang dihubungkan dengan garis. Semakin panjang garisnya, semakin besar gap-nya. Diurutkan otomatis dari nilai tertinggi.
Cara membaca
Setiap baris adalah satu kategori (provinsi, sektor, pendidikan, dan seterusnya) dengan dua titik berwarna yang merepresentasikan dua kelompok yang dibandingkan. Garis abu-abu menghubungkan kedua titik. Semakin panjang garisnya, semakin lebar gap-nya. Geser kursor ke baris mana saja untuk melihat angka dan selisih pastinya. Berguna untuk melihat sekilas, misalnya di mana ketimpangan gender paling parah, atau provinsi mana yang gap kota dan desanya menyempit dari 2018 ke 2024.
Penciptaan vs Penyusutan Lapangan Kerja per Sektor
Setiap bubble adalah satu sektor (17 lapangan usaha KBLI 2014). Sumbu X = median upah nominal pada tahun acuan; sumbu Y = perubahan jumlah pekerja antara dua tahun (penciptaan bila positif, penyusutan bila negatif); ukuran bubble = pangsa sektor dalam total tenaga kerja pada tahun acuan. Sektor di kuadran kanan-atas adalah pemenang ganda: upah tinggi sekaligus menyerap pekerja baru.
Cara membaca
Empat kuadran dipotong dengan garis vertikal rerata nasional (sumbu X) dan garis horizontal nol (sumbu Y). Latar hijau lembut = pemenang (upah tinggi dan tumbuh), kuning = tumbuh tapi upah di bawah nasional, biru = upah tinggi tapi menyusut, merah = upah rendah dan menyusut. Pada mode Informalitas, hijau dan merah bertukar posisi karena informalitas rendah dianggap baik. Angka upah sektor diambil dari aggregator ketimpangan/upah seluruh pekerja agar konsisten dengan agregat nasional per tahunnya. Geser kursor ke setiap bubble untuk melihat angka rinci.
Dua dekade perubahanPasar kerja Indonesia hari ini sangat berbeda dari dua dekade lalu. Pergeseran tenaga kerja dari pertanian ke jasa, kenaikan partisipasi pendidikan tinggi, pemulihan upah riil pasca-krisis: semuanya tercatat di data Sakernas. Pilih dimensi untuk melihat komposisi (siapa porsinya tumbuh, siapa menyusut), atau pilih indikator tunggal (TPT, upah, informalitas) untuk melacak lintasannya tahun demi tahun.
Komposisi Tenaga Kerja per Dimensi
Struktur tenaga kerja Indonesia, tahun demi tahun. Setiap pita berwarna mewakili satu kategori; pita yang melebar berarti kategori itu tumbuh secara proporsi, sedangkan pita yang menyempit menandakan porsinya menurun. Pergeseran lambat semacam ini sering tidak terasa dalam keseharian, tetapi terlihat jelas saat dilihat dalam rentang dua dekade. Ganti basis populasi untuk membandingkan pekerja yang sedang bekerja, seluruh angkatan kerja, atau penduduk usia kerja (15 tahun ke atas).
Cara membaca
Mode Komposisi menormalkan total tiap tahun ke 100%. Pita yang menyusut berarti pangsa kategori itu menurun, walau jumlah absolutnya bisa saja masih naik karena penduduk Indonesia tumbuh. Mode Absolut menampilkan jumlah jiwa sebenarnya (tertimbang). Pita yang melebar menunjukkan pertambahan riil. Cocok untuk melacak transformasi struktural: pergeseran pekerja dari pertanian ke jasa, kenaikan pangsa lulusan perguruan tinggi, atau pertumbuhan kelas menengah.
Transformasi Sektor: Geseran Pangsa Pekerja
Visualisasi geseran komposisi pekerja antar dua tahun. Setiap pita = satu sektor; ketebalan = jumlah pekerja. Pita yang membesar dari kiri ke kanan = sektor tumbuh, mengecil = sektor menyusut. Pilih dua tahun acuan untuk melihat seberapa drastis ekonomi Indonesia berubah secara struktural.
Catatan metodologi
Sakernas adalah survei lintas-sectional, bukan panel; kita tidak melacak pekerja individu antar dua tahun. Sankey ini menggambarkan perubahan komposisi agregat per sektor, bukan flow pekerja secara harfiah. Sektor yang menyusut tidak berarti pekerjanya "pindah" ke sektor yang tumbuh; bisa jadi mereka keluar dari angkatan kerja, pensiun, atau diganti oleh kohor baru.
Tren Antar Tahun (Indikator Tunggal)
Lintasan satu indikator (upah riil, Tingkat Pengangguran Terbuka, tingkat informalitas, dan seterusnya) dari tahun ke tahun. Pecah berdasarkan jenis kelamin, wilayah, sektor, atau jenjang pendidikan untuk membaca siapa yang bergerak lebih cepat dan siapa yang ditinggalkan oleh kemajuan rata-rata nasional.
SorotKlik legenda untuk pin/unpin · hover garis untuk sorot
Ruang tenaga kerja IndonesiaSetiap bubble adalah satu kombinasi sektor × status pekerjaan × jenis okupasi pada tahun snapshot terpilih (2019 dan 2021-2024). Posisi horizontal menunjukkan upah median seluruh pekerja (termasuk wirausaha), posisi vertikal menunjukkan tingkat informalitas (standar ICLS-17). Ukuran bubble = jumlah pekerja.
Sektor Pemenang, Sektor Tertinggal, dan Pekerja yang Terjebak di Tengahnya
Kuadran kanan-bawah (upah tinggi, informalitas rendah) adalah "kerja layak". Kuadran kiri-atas (upah rendah, informalitas tinggi) adalah pekerjaan yang paling rentan. Garis tipis menghubungkan node-node dalam sektor yang sama. Hover salah satu bubble untuk melihat sektor, status, dan okupasi spesifik.
Cara membaca
Bubble di pojok kanan-bawah (upah tinggi + informalitas rendah) adalah jenis pekerjaan yang paling diidamkan. Bubble di pojok kiri-atas (upah rendah + informalitas tinggi) adalah jenis pekerjaan yang paling rentan: gaji kecil, tanpa kontrak formal, tanpa jaminan sosial. Sektor yang sama biasanya berkelompok dalam satu pita garis penghubung; sektor yang terpencar-pencar berarti pekerja di sektor itu sangat beragam (formal-informal sangat lebar). Adaptasi dari The Growth Lab Harvard, Atlas of Economic Complexity.
Peta provinsiSebaran indikator ketenagakerjaan di 34 provinsi Indonesia, disusun dalam tilemap bergaya editorial: tiap kotak adalah satu provinsi pada posisi geografis yang kasar. Layout ini sengaja menyederhanakan bentuk pulau supaya warna tiap provinsi sama-sama terbaca, tanpa Jakarta atau provinsi kecil hilang di pojok peta. Pilih indikator dan tahun di filter, gerakkan kursor di atas kotak untuk detail, klik untuk masuk ke profil provinsi tersebut.
2024
Peta tilemap Indonesia
Kartu tersimpan
Cara membaca
Tilemap memprioritaskan keterbacaan, bukan akurasi geografis. Bandingkan warna tiap kotak relatif terhadap kotak lain pada indikator yang sama: hijau (di skala diverge) berarti di atas rata-rata nasional, merah berarti di bawah. Klik salah satu kotak untuk membuka profil provinsi lengkap di bawah. Jakarta tampak sekecil Papua karena ini bukan peta proporsional luas — informasi yang dikomunikasikan adalah warna, bukan ukuran wilayah.
Lihat dari dekatIndonesia bukan kumpulan rata-rata; di balik angka nasional terdapat 34 provinsi dan 17 sektor ekonomi yang masing-masing punya cerita. Bagian ini menyajikan satu provinsi atau satu sektor pilihan Anda secara ringkas, lengkap dengan perbandingan langsung ke rata-rata nasional pada tahun yang sama.
Cara membaca
Setiap kartu menampilkan satu indikator untuk entitas yang Anda pilih, ditandingkan dengan rata-rata nasional pada tahun yang sama. Tanda panah hijau berarti entitas itu lebih baik dari nasional pada indikator tersebut, tanda panah merah berarti tertinggal. Sparkline kecil di setiap kartu menunjukkan lintasan indikator tersebut sejak 2001.
Sumber data dan catatan metodologiKlik untuk membuka / menutup
Penting untuk dipahami sebelum menggunakan angka di dasbor ini untuk analisis lanjutan.
Sumber utama
Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasional) dari BPS, periode 2001 hingga 2024. Tidak semua variabel tersedia di seluruh tahun. Beberapa indikator seperti pendidikan tertinggi rinci, okupasi, kelas sosioekonomi, dan durasi pencarian kerja baru konsisten mulai 2010.
Bobot survei
Seluruh analisis di dasbor ini sudah menggunakan bobot Sakernas, sehingga angka mewakili populasi.
% Kenaikan upah riil dari 2010
Indikator ini mengukur laju kenaikan daya beli upah dari tahun 2010 (basis 2010 = 0%). Upah nominal dideflasi dengan IHK ibu kota provinsi untuk mendapatkan upah riil, lalu dibandingkan ke level 2010. Misalnya nilai +50% artinya daya beli upah hari ini 1,5 kali lipat upah 2010 dalam barang dan jasa yang sama. Berguna untuk membandingkan laju pertumbuhan upah antar kelompok (sektor, provinsi, pendidikan) tanpa terdistorsi oleh inflasi atau perbedaan level upah absolut.
Klasifikasi sektor & okupasi
Sektor ekonomi memakai KBLI (3, 6, 9, atau 17 kategori, tergantung pilihan). Okupasi memakai KBJI (Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia).
Jam kerja
Seluruh indikator jam kerja di dasbor ini mengacu pada jam kerja pekerjaan utama dalam satu minggu rujukan (umumnya minggu sebelum pencacahan), belum termasuk jam kerja dari pekerjaan sampingan atau pekerjaan kedua. Karena itu, angka di sini bisa lebih rendah daripada total beban kerja sebenarnya bagi pekerja yang punya lebih dari satu sumber penghasilan.
Cakupan tahun untuk variabel baru
Beberapa indikator baru (jam kerja total semua pekerjaan, tingkat formalitas, setengah pengangguran sukarela/terpaksa) hanya tersedia mulai tahun di mana definisi raw item Sakernas sudah konsisten. Formalitas & jam kerja mulai dari 2010; setengah pengangguran sukarela/terpaksa mulai dari 2011 (era survei sebelumnya pakai item kuesioner yang berbeda sehingga angkanya tidak comparable lintas era).
Sektor Ekonomi (6 kategori, value-added)
High value-added services are financial, real estate, business & insurance services (henceforth abbreviated as “financial services”), transport & storage, information and communications (henceforth abbreviated as “transport and communications”). Low value-added services are wholesale and retail trade/motor vehicle repairs, accommodation & food services (“trade, hotels and restaurants” for short), and community, personal and other services. ‘Other industry’ comprises mining, utilities and construction.
Kelas Sosioekonomi
Mengikuti kerangka yang lazim dipakai untuk Indonesia (mis. publikasi Bank Dunia & SMERU), kelas sosioekonomi didefinisikan berdasarkan tingkat konsumsi rumah tangga relatif terhadap garis kemiskinan dan probabilitas jatuh ke kemiskinan/kerentanan:
Miskin: konsumsi di bawah garis kemiskinan.
Rentan: probabilitas lebih dari 10% untuk jatuh ke kemiskinan, dengan konsumsi rumah tangga bulanan sekitar 1–1,5× garis kemiskinan.
Aspiring Middle Class: probabilitas lebih dari 10% untuk jatuh ke kemiskinan atau kerentanan, dengan konsumsi sekitar 1,5–3,5× garis kemiskinan.
Kelas Menengah: probabilitas kurang dari 10% untuk jatuh ke kemiskinan atau kerentanan, dengan konsumsi sekitar 3,5–17× garis kemiskinan.
Kelas Atas: konsumsi lebih dari 17× garis kemiskinan.
Adaptasi ke data Sakernas. Karena Sakernas mencatat upah pekerja dan bukan konsumsi rumah tangga, ambang konsumsi diterjemahkan menjadi ambang upah dengan asumsi komposisi rumah tangga sederhana: satu pekerja dewasa penuh-waktu, satu pekerja dewasa paruh-waktu (karena hanya sekitar separuh perempuan Indonesia yang bekerja), dan dua anggota tidak bekerja, baik anak maupun lansia. Total empat anggota rumah tangga dengan 1,5 pencari nafkah. Dengan kerangka itu, ambang upah per pekerja dihitung sebagai (kelipatan × garis kemiskinan × 4) ÷ 1,5. Ambang yang sama diterapkan rata ke semua pekerja berupah. Sakernas tidak menangkap karakteristik rumah tangga (ukuran, komposisi, anggota tanggungan) sehingga asumsi ini perlu disadari saat menafsirkan angka.
Garis kemiskinan. Dasbor ini memakai garis kemiskinan provinsi (perkotaan dan perdesaan dihitung terpisah) sehingga ambang upah ikut menyesuaikan biaya hidup setempat. Sebagai konteks: dari 2001 hingga 2020, pendekatan garis kemiskinan provinsi dan nasional bergerak hampir paralel, jadi pilihan garis tidak banyak mengubah tren.
Definisi dan asumsi lengkap mengacu pada Wihardja & Cunningham (2021), Pathways to Middle-Class Jobs in Indonesia, World Bank. Selengkapnya di sini.